Rumah Idaman Minimalis

Friday, June 9th 2017. | Rumah Minimalis

Tidak semua orang mempunyai konsep rumah idaman minimalis saat mereka memutuskan membuat sebuah rumah hunian. Waktu yang sempit, perencanaan yang buru-buru, dan juga faktor ketersediaan dana, acapkali menjadi penyebab sebuah rumah dibuat tanpa adanya konsep yang jelas di awal pembangunannya. Baru setelah bangunan rumah tersebut dibangun, pemilik kemudian menyesuaikan konsep huniannya secara sedikit-sedikit sambil jalan agar hunian tersebut menjadi rumah idaman minimalis yang diinginkan.

Sebenarnya hal tersebut juga tidak salah. Banyak juga orang-orang yang membeli rumah jadi, kemudian melakukan proses renovasi, eksterior maupun interior, agar sesuai dengan konsep rumah idaman minimalis yang mereka miliki. Tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit. Namun tentu akan menjadi penghematan yang sangat besar, dari sisi biaya, waktu dan tenaga, jika sedari awal proses pembuatan rumah sudah ditentukan konsep rumah idaman minimalis. Hal tersebut akan sangat membantu dalam meletakkan poin-poin dasar perencanaan rumah beserta unsur estetika bangunan.

Dengan selarasnya bentuk dasar bangunan dengan konsep ideal yang dimaui oleh pemilik, adalah hal yang logis jika di masa mendatang tidak akan banyak dibutuhkan adanya perubahan fisik rumah secara besar.

Rumah Idaman Minimalis

Mengutak-atik bentuk rumah idaman minimalis, sangatlah murah jika hal tersebut dilakukan dalam tahap desain. Menghapus garis dinding pada rencana layout bangunan, tentu jauh lebih mudah dan tidak menggunakan usaha yang besar, dibandingkan jika kita harus merubuhkan sebidang dinding yang sudah terlanjur dibangun.

Tentu saja dalam tahap desain ini, jika kita tidak menggunakan jasa konsultan bangunan, kita harus memiliki dasar-dasar pengetahuan mengenai syarat dan kondisi bangunan yang aman secara struktur, terkait dengan penempatan kolom-kolom yang biasanya merupakan titik-titik pembatas ruang. Pengetahuan mengenai syarat-syarat rumah sehat tentu juga diperlukan untuk memastikan rumah yang kita rencanakan ini agar nyaman dihuni.

Kemudian kita juga harus punya visi dan kemampuan berimajinasi untuk bisa membayangkan bagaimana suasana ruang yang saat ini kita rencanakan layoutnya dalam bentuk dua dimensi, jika sudah dibangun nanti.

Jangan ragu untuk selalu melakukan revisi terhadap desain yang kita buat. Perombakan desain beberapa kali bukanlah suatu aib. Bayangkan jika kita harus melakukan renovasi fisik terhadap rumah idaman minimalis kita, tentu akan lebih ringan jika kita bisa melakukannya di tahap desain saja.

tags: , ,